Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Maret 2014

Ini Bukanlah Tempatku, Tapi?

Surabaya, 5 Maret 2014 saya mengunjungi sebuah tempat untuk mengetahui gemerlapnya dunia kegelapan malam. Tidak terlalu malam saya melakukan kunjungan ini, hanya berdurasi 1 jam saja yaitu pada pukul 20.00-21.00 WIB. Mungkin beberapa dari sahabat ivession mengetahui apa yang saya maksud. Lokalisasi, yah itulah yang akan saya bahas kali ini. Sebuah lokalilasi terbesar di asia tenggara ini berada di Surabaya tepatnya di kawasan jarak, putat jaya, dan sekitarnya. Kawasan-kawasan tersebut yang sering kita sebut sebagai gang dolly (GD).

Niat awalnya saya adalah berkunjung ke perpustakaan Taman Baca Kawan Kami yang beralamat di Putat Jaya 2A / 36 Surabaya. Ketika saya berkunjung di Taman Baca Kawan Kami, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini sehingga bukan berkunjung saja yang saya amati. Ada 3 hal yang ingin saya dapatkan ketika saya berkunjung di Taman Baca Kawan Kami.

Pertama saya ingin tahu tentang pendirian perpustakaan Taman Baca Kawan Kami yang sempat masuk di media cetak terbesar di Surabaya. Kedua, saya ingin menggali informasi kasus trafficking yang terjadi disana atau sekitarnya. Dan yang ketiga saya ingin mengetahui kondisi terupdate di kawasan GD.

Dalam pencarian alamat ini pun saya tidak langsung ketemu dengan lokasinya karena memang saya jarang sekali menjelajahi kawasan GD. Berulang-ulang kali saya bolak balik, saya tidak berani tanya pada sembarang orang karena menurut informasi yang saya dapat ketika saya bertanya pada orang yang salah, saya malah diarahkan dan dipaksa untuk mengikuti perintahnya mereka untuk masuk ke tempat prostitusi.

Terus menerus saya berusaha untuk mencarinya sendiri hingga bertemu dengan gapura kecil yang bertuliskan “PUTAT JAYA IIA”. Nah, ini dia alamatnya, saya mencoba untuk memasukinya. Perlahan demi perlahan saya melihat potret gemerlap yang tidak pernah saya temui sebelumnya. Sebuah kampung yang mempunyai ruang kosong hanya 1,5 meter itu padat sekali dengan wanita-wanita yang berjejer di samping kanan dan kiri saya.

Ketakutan itu pun semakin menjadi saat saya disuruh untuk turun dari kendaraan bermotor yang bernama peri tersebut. Ada orang yang memanggil saya pun, saya hiraukan hingga akhirnya saya menemukan tempat beralamat Putat Jaya 2A/36 dan disitulah tempat Taman Baca Kawan Kami berada.

Sesampainya di Taman Baaca Kawan Kami pada pukul 20.00, saya pun tidak menyia-nyiakan waktu yang hanya sebentar ini. Dengan durasi 1 jam hingga pukul 21.00, harapannya semua informasi yang ingin saya dapatkan bisa tercapai. Datang disambut hangat oleh adik-adik yang sedang mengikuti proses belajar mengajar. “Haai,, kakaak” itulah kata-kata yang terlontar. “kak Ismail (Pengajar TBKK), kakak ini yang akan ngajar di sini (Taman Baca Kawan Kami) ?”

Wah, semangatnya boleh banget nih, mudah-mudahan mereka bisa berprestasi dalam hal akademik maupun non akademik. Adik-adik TBKK ini belajar dengan dentuman musik dangdut yang terdengar keras dari tetangga kanan dan kirinya sebagai tempat prostitusi tersebut. Semangat belajar mereka bolehlah diadu dengan adik-adik yang ada di perumahan. Gak ada bedanya. Mungkin jika mereka bicara pada saya akan ngomong "Ini bukanlah tempatku, tapi mau bagaimana lagi?"

Yang terakhir ini, tentang kasus trafficking. Kemarin (5/3/2014) saya mendapati cerita bahwa ada anak ABG yang rela menjual temannya sendiri dengan alasan butuh uang, profesi, suka dan lain-lain. Ini realita, sebuah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri lagi keberadaannya. Selanjutnya, terserah kita, kita mau diam saja atau ingin mengubah mereka atau menjauhkan mereka dari tempat prostitusi tersebut.

Teringat akan pesan pak totok dari diknas Surabaya saat rapat dengan mereka, beliau mengatakan bahwa Permasalahan di Indonesia ini sudah tidak kompleks lagi, tetapi sempurna. Memang benar ternyata, sangat sempurna sekali permasalahannya. Tidak perlu jauh-jauh untuk menjadikan tempat rujukan, cukup datang ke surabaya saja dan lihat sekelilingmu. Pasti dijumpai masalah yang begitu buanyaakk.

Ayo, ingatkan diri saya dan kita semua untuk saling melengkapi dalam membenahi atau menyelesaikan permasalahan. Surabaya dan Indonesia bukanlah tugasnya pemerintah saja tetapi masyarakat pun juga mempunyai pekerjaan yang sama untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Ketika dilakukan secara bersama-sama, permasalahan itu akan lebih cepat selesai.

                
Read More

Rabu, 26 Februari 2014

Belajar Memahami Arti Hidup dari Juru Parkir

PARKIR : Juru Parkir yang Markir Motor
Hallo sahabat ivession, bagaimana kabarnya hari ini ? sehat-sehat aja kan ? Alhamdulillah, jangan lupa mengucap syukur atas nikmat yang telah diberikan dari Allah untuk kita ya. Beberapa dari kita setelah mendapatkan harta yang berupa materi, kita selalu lupa mengucap syukur. Benar atau tidak, saling introspeksi diri aja, termasuk diri saya pribadi. :)

Kali ini saya akan berbagi kata berbagi cerita yang saya dapatkan dari seorang juru parkir memaknai arti dari rasa bersyukur. Kenapa kok juru parkir ? ada apa dengan juru parkir ? apa yang bisa kita pelajari dari juru parkir itu ? mereka kan hanya berpanas-panasan, semprat-semprit dan angkat jagang motor baik itu motor bebek ataupun yang bukan.

Juru parkir adalah sebuah profesi yang bertugas untuk menjaga dan memarkir motor para pengunjung tempat umum. Foto diatas adalah salah satu tugas dari seorang juru parkir. Berat nggak sih tugas dari seorang juru parkir itu? Menurut saya berat dalam kondisi tertentu, tergantung dimana dia berada, jika menjadi juru parkir di pinggir jalan dengan terik matahari begitu beratnya yang ia rasakan. Kalau mereka menjadi juru parkir di mall, akan terasa lebih nyaman karena masih merasakan dinginnya AC/kipas angin dalam bilik parkir tersebut.

Saya pernah mencoba iseng-iseng untuk menjadi tukang parkir dadakan, yang niatnya hanya membantu juru parkir itu. Karena belum terbiasa memegang motor dan mengangkat motor sebagai juru parkir akhirnya saya pun kualahan menggantikan peran juru parkir tersebut pada malam hari. Memang terasa kualahan karena pada saat itu saya sedang duduk di bangku SMA. Namun karena kualahan itu pun saya mendapatkan hikmah yang baru saya ketahui setelah saya melakukannya.

Seorang juru parkir, tugasnya adalah menjaga dan mengamankan sepeda motor atau mobil. Kendaraan itu bukan miliknya tetapi menjadi tanggung jawab juru parkir tersebut ketika ada sesuatu hal yang terjadi pada kendaraan yang dijaga oleh juru parkir tersebut.Ini kaitannya erat sekali pada diri kita sebagai manusia. Semua yang ada kaitannya dengan diri kita hanyalah "titipan" semata. Bukan murni milik kita, benda, barang apapun itu menjadi milik kita saat kita ada di dunia. kelak, setelah kita tiada, apakah barang-barang kebanggan itu menjadi milik kita?

Pelajaran kedua yang saya dapatkan dari seorang juru parkir adalah bersyukur. Seorang juru parkir tidak akan pernah sombong ketika ada pengendara yang mau markir di lahan parkirnya. Seorang juru parkir tersebut lantas mengucap "Alhamdulillah" saat ada yang datang, malah kita sebagai pengendara ini disambut dengan baik. "mari pak, mari pak. kiri kiri kiri, teruus teruuss. STOP"

Pelajaran yang ketiga, Juru Parkir selalu rendah hati dan mengatakan kepada bahwa "itu (kendaraan)semua hanyalah titipan mas. Bukan milik saya, saya hanya menjaganya saja. Tetap disyukuri saja mas mendapatkan pekerjaan seperti ini. yang penting halal karena setiap pekerjaan itu akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat". We o we banget nih, kata-katanya dari juru parkir. Saya sampai terpuka dengan kata-kata yang dilontarkan oleh beliau.

Itulah yang bisa saya sampaikan pada kali ini tentang sebuah pengalaman dari seorang juru parkir untuk memahami arti hidup dan mengingatkan kita akan kelak di akhirat. Semoga tulisan ini bermanfaat dan tetap terus mencari hikmah dalam setiap kejadian. Selamat beraktivitas dan semoga sukses. :)

Read More

Minggu, 23 Februari 2014

Risma, Walikota Terbaik Dunia menurut City Mayors

Walikota Surabaya, Tri Risma Harini
iconvensia, Surabaya - kabar membahagiakan datang dari Surabaya yang ada kaitannya dengan walikota Surabaya. Tri Risma Harini, walikota Surabaya yang masih menjabat hingga detik ini dinobatkan sebagai Walikota Terbaik Dunia pada bulan Februari oleh City Mayors.

City Mayors adalah lembaga yang berfokus pada pembangunan.kebijakan urban (kota) di dunia yang berbasis di London, Inggris. Lembaga ini berdiri tahun 2003, setiap tahun menganugerahkan World Mayor untuk walikota dari berbagai negara yang dianggap berprestasi.

Walikota yang berhasil membangun 11 taman di Surabaya yang dilengkapi Wi-Fi, perpustakaan, tempat olahraga dan fasilitas-fasilitas yang lain ini namanya telah menasional setelah masuk dalam program mata najwa di metro tv.

Risma, yang menurut saya meniru apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab ini mempunyai prestasi yang gemilang dalam mengurus kota Surabaya. Gelar Adipura Kencana pun berhasil disandang Kota Surabaya selama 3 Tahun berturut-turut saat Risma mulai menjabat pada tahun 2010-2013.

Gaya-gaya blusukan pun juga menjadi faktor penilaian City Mayors dalam menentukan wali kota terbaik dunia tersebut, Risma kerap keluar pagi-pagi dan malam hari untuk keliling di kota Surabaya. Ketika Risma menemukan seorang anak di tengah jalan, beliau selalu menghampiri dan berusaha untuk menjalin komunikasi yang baik dengan anak tersebut.

Saya mendapati sebuah cerita dari seorang penjual batagor di sekitar Jl. Pacar bahwa saat lalu lintas disana sedang macet, saat itu penjual batagor itu melihat Risma langsung membuka pintu mobil kemudian turun dan ikut mengatur lalu lintas.

"Menjadi walikota tak hanya mengatasi banjir atau hal lain semacam itu, Ini lebih pada membantu orang untuk berkembang dan sukses" Kata Risma pada kabar24

Saya pun menyepakati pernyataan yang disampaikan oleh Risma dan mempunyai pernyataan baru dengan korelasi Risma sebagai walikota Surabaya. Salah satu cara untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi di suatu daerah ialah terjun langsung ke daerah tersebut sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi saat itu. Artinya, kedekatan dengan rakyat jelata juga patut diperhitungkan dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi. Hal yang selaras dengan komunitas Inspiring Youth Educators bersama para pemuda-pemudanya. 

berikut ini release dari City Mayors :
http://www.citymayors.com/mayors/surabaya-mayor-tri-rismaharini.html

Terimakasih sobati ivession telah berkenan membaca artikel ini, semoga bermanfaat. :)
Read More

Kamis, 20 Februari 2014

Aksi Damai #SaveRisma Bersama Warga Surabaya

DEMO : Para Pendemo di Depan Gedung DPRD Surabaya
Surabaya, 20 Februari 2014 bertempat di depan Gedung DPRD Kota Surabaya menjadi saksi sejarah para demonstran dalam gerakan #SaveRisma. Aksi damai ini dimulai sejak pukul 09.00 namun massa sudah mulai berkumpul sejak pukul 07.00.

Aksi demo ini adalah spontanitas namun sudah mendapatkan legalitasnya saat mengadakan demo. Mereka yang datang adalah mereka yang peduli dan bisa menyempatkan waktunya untuk ikut demo.

Demo yang dimulai pukul 09.00 di depan Gedung DPRD itu menuai hasil negatif. Para pendemo tidak bertemu dengan anggota DPRD yang dijumpai malah Anggota DPRD masih belum datang. Entah jam kerja anggota DPRD itu jam berapa, jam 07.00-10.30 tidak ada satu pun anggota DPRD yang berada di lokasi. Atas kesepakatan bersama dan atas komando dari Purnomo atau yang lebih akrab disapa Cak Poer ini mengadakan long march menuju balai kota.
LONG MARCH : Pendemo Menuju Balai Kota


"Siapapun yang berniat mengundurkan bu risma akan berurusan dengan warga Surabaya" kata Cak Poer sebelum berangkat menuju balai kota. Kata-kata tersebut terngiang-ngiang di telinga saya.

Sepanjang perjalanan menuju balai kota, untuk memupuk rasa nasionalisme akan tanah air menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dengan terik panas matahari Surabaya, pendemo tidak patah semangat dan semakin lantang dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sesampainya di Balai Kota, perwakilan dari para pendemo hari ini diberi kesempatan untuk masuk menemui Bu Risma di ruang kerjanya. Hanya berjumlah 5 orang saja yang diperbolehkan masuk. Namun sayangnya, perwakilan tersebut tidak dapat menemui bu risma karena bu risma sedang ada urusan di Jakarta. 

Kawan-kawanku, aksi hari ini menurut saya tidak membuahkan hasil yang negatif. Memang secara nilai, pendemo tidak bertemu dengan DPRD dan Bu Risma. Dengan adanya aksi ini setidaknya para pendemo menyadarkan warga yang lewat aksi nyata dan sudah tersebar di beberapa media untuk mewujudkan aksi #SaveRisma tersebut.

Ada kabar mengejutkan juga saat aksi mau ditutup, ada seorang wanita yang agak sepuh dan mengatakan untuk mendukung aksi #SaveRisma tersebut. Beliau adalah Ibu Hartini dari perwakilan Pengajian Wanita Surabaya dan berkata "jihad itu tidak ada pensiunnya dan aksi #SaveRisma adalah salah satu cara untuk berjihad"

Galeri Photo :
KOORD : CAK POER saat diwawancarai Wartawan
BALAI KOTA : Demo di Depan Balai Kota Surabaya
HARTINI : Orasi di depan pendemo

Read More

Senin, 17 Februari 2014

Risma : Sosok Pemimpin yang Dicari-cari

Sepekan terakhir ini Indonesia diramaikan oleh seseorang yang bernama Tri Risma Harini dalam talkshow nya di Mata najwa. Setiap orang pasti akan larut dalam keharuan seorang Risma dalam memperjuangkan nasib warga miskin Surabaya. Ya, karena beliaulah walikota Surabaya. Perempuan namun tidak berparas cantik seperti aura kasih yang menjadi idaman para lelaki. Tidak lemah lembut selembut syahrini dalam setiap perkataannya juga tidak berbadan tinggi seperti luna maya.

Awalnya Bu Risma tidak mau menjadi walikota karena sudah tau tentang masalahan-masalah berat yang akan dihadapi namun dukungan serta support dari orang terdekat waktu itu yang menjadikan motivasi tersendiri untuk Risma. Hingga akhirnya terpilihlah Risma pada tanggal 8 Juni 2010 dengan perolehan suara 38,53%.

Semenjak dilantik pada tanggal 28 September 2010 lalu, Tri Risma harini atau yang lebih akrab dipanggil dengan Risma ini langsung menjalankan amanahnya sebagai walikota Surabaya yang baru. Sosok yang amanah telah kita rasakan sekarang setelah menjabat selama 3 tahun hingga detik ini. 51 Penghargaan menjadi bukti nyata dari bu Risma dalam menjalankan amanah sebagai walikota. 

Bu Risma bukanlah seorang Kyai namun tindak tanduknya mencerminkan agamis. Bu Risma juga bukan seorang Militer namun tegas dalam memberikan instruksi. Bu Risma juga bukan pula seorang pejabat modern namun pejabat yang dekat dengan rakyat.

Rasanya tak cukup 1 artikel ini untuk menceritakan siapakah bu Risma itu. Amanahnya bu risma terlihat saat beliau membiasakan keluar rumah pada pagi-pagi sekali untuk mengetahui kondisi terupdate di Surabaya. Keluarnya pun tanpa arah dan tanpa tujuan, asal jalan saja keluar dan sering menjumpai permasalahan yang terjadi.

Saya masih ingat betul perkataan bu risma, "Saya walikota dan saya akan bertanggung jawab tentang apapun yang terjadi dengan warga Surabaya dan kota Surabaya. jadi saat saya tau masalah, saya selalu berusaha untuk menyelesaikan masalahnya itu karena ini dipertanggungjawabkan kelak di akhirat". Tidak ada satu ayatpun yang keluar disini namun beliau paham betul tentang arti sebuah "Amanah".

Dari apa yang dilakukan bu risma, beliau meniru gaya-gaya yang dilakukan oleh Umar bin Khattab. Tersebut dalam mata najwa secara eksplisit. Memang tidak sekuat umar namun kedekatan umar dengan rakyatnya lah yang ditiru oleh bu risma. 

Mudah-mudahan pemimpin-pemimpin yang ada di Indonesia bisa menjalankan amanah seperti bu Risma. Dengan tekanan-tekanan yang datang pun beliau masih kuat menghadapinya. Semoga ibu bisa bertahan hingga masa jabatan ibu selesai dan mudah-mudahan ibu bisa melanjutkan jabatan tersebut di periode yang kedua. Rakyat berada digaris terdepan untuk mendukung ibu dalam menjalankan amanah. Aksi-aksi yang akan terjadi dalam waktu dekat ini sebagai bukti bahwa rakyat surabaya peduli dengan yang terjadi pada ibu.

simak juga liputan lengkap saat Bu Risma di mata najwa sebagai sumber referensi artikel saya ini dan sekaligus sebagai pengingat saya bahwa di Indonesia masih ada pemimpin yang amanah dan berjuang untuk kepentingan rakyat.
http://www.youtube.com/watch?v=vlcwmJDm-24
Read More