Risma : Sosok Pemimpin yang Dicari-cari
Sepekan terakhir ini Indonesia diramaikan oleh seseorang yang bernama Tri Risma Harini dalam talkshow nya di Mata najwa. Setiap orang pasti akan larut dalam keharuan seorang Risma dalam memperjuangkan nasib warga miskin Surabaya. Ya, karena beliaulah walikota Surabaya. Perempuan namun tidak berparas cantik seperti aura kasih yang menjadi idaman para lelaki. Tidak lemah lembut selembut syahrini dalam setiap perkataannya juga tidak berbadan tinggi seperti luna maya.
Awalnya Bu Risma tidak mau menjadi walikota karena sudah tau tentang masalahan-masalah berat yang akan dihadapi namun dukungan serta support dari orang terdekat waktu itu yang menjadikan motivasi tersendiri untuk Risma. Hingga akhirnya terpilihlah Risma pada tanggal 8 Juni 2010 dengan perolehan suara 38,53%.
Semenjak dilantik pada tanggal 28 September 2010 lalu, Tri Risma harini atau yang lebih akrab dipanggil dengan Risma ini langsung menjalankan amanahnya sebagai walikota Surabaya yang baru. Sosok yang amanah telah kita rasakan sekarang setelah menjabat selama 3 tahun hingga detik ini. 51 Penghargaan menjadi bukti nyata dari bu Risma dalam menjalankan amanah sebagai walikota.
Bu Risma bukanlah seorang Kyai namun tindak tanduknya mencerminkan agamis. Bu Risma juga bukan seorang Militer namun tegas dalam memberikan instruksi. Bu Risma juga bukan pula seorang pejabat modern namun pejabat yang dekat dengan rakyat.
Rasanya tak cukup 1 artikel ini untuk menceritakan siapakah bu Risma itu. Amanahnya bu risma terlihat saat beliau membiasakan keluar rumah pada pagi-pagi sekali untuk mengetahui kondisi terupdate di Surabaya. Keluarnya pun tanpa arah dan tanpa tujuan, asal jalan saja keluar dan sering menjumpai permasalahan yang terjadi.
Saya masih ingat betul perkataan bu risma, "Saya walikota dan saya akan bertanggung jawab tentang apapun yang terjadi dengan warga Surabaya dan kota Surabaya. jadi saat saya tau masalah, saya selalu berusaha untuk menyelesaikan masalahnya itu karena ini dipertanggungjawabkan kelak di akhirat". Tidak ada satu ayatpun yang keluar disini namun beliau paham betul tentang arti sebuah "Amanah".
Dari apa yang dilakukan bu risma, beliau meniru gaya-gaya yang dilakukan oleh Umar bin Khattab. Tersebut dalam mata najwa secara eksplisit. Memang tidak sekuat umar namun kedekatan umar dengan rakyatnya lah yang ditiru oleh bu risma.
Mudah-mudahan pemimpin-pemimpin yang ada di Indonesia bisa menjalankan amanah seperti bu Risma. Dengan tekanan-tekanan yang datang pun beliau masih kuat menghadapinya. Semoga ibu bisa bertahan hingga masa jabatan ibu selesai dan mudah-mudahan ibu bisa melanjutkan jabatan tersebut di periode yang kedua. Rakyat berada digaris terdepan untuk mendukung ibu dalam menjalankan amanah. Aksi-aksi yang akan terjadi dalam waktu dekat ini sebagai bukti bahwa rakyat surabaya peduli dengan yang terjadi pada ibu.
simak juga liputan lengkap saat Bu Risma di mata najwa sebagai sumber referensi artikel saya ini dan sekaligus sebagai pengingat saya bahwa di Indonesia masih ada pemimpin yang amanah dan berjuang untuk kepentingan rakyat.
http://www.youtube.com/watch?v=vlcwmJDm-24
Awalnya Bu Risma tidak mau menjadi walikota karena sudah tau tentang masalahan-masalah berat yang akan dihadapi namun dukungan serta support dari orang terdekat waktu itu yang menjadikan motivasi tersendiri untuk Risma. Hingga akhirnya terpilihlah Risma pada tanggal 8 Juni 2010 dengan perolehan suara 38,53%.
Semenjak dilantik pada tanggal 28 September 2010 lalu, Tri Risma harini atau yang lebih akrab dipanggil dengan Risma ini langsung menjalankan amanahnya sebagai walikota Surabaya yang baru. Sosok yang amanah telah kita rasakan sekarang setelah menjabat selama 3 tahun hingga detik ini. 51 Penghargaan menjadi bukti nyata dari bu Risma dalam menjalankan amanah sebagai walikota.
Bu Risma bukanlah seorang Kyai namun tindak tanduknya mencerminkan agamis. Bu Risma juga bukan seorang Militer namun tegas dalam memberikan instruksi. Bu Risma juga bukan pula seorang pejabat modern namun pejabat yang dekat dengan rakyat.
Rasanya tak cukup 1 artikel ini untuk menceritakan siapakah bu Risma itu. Amanahnya bu risma terlihat saat beliau membiasakan keluar rumah pada pagi-pagi sekali untuk mengetahui kondisi terupdate di Surabaya. Keluarnya pun tanpa arah dan tanpa tujuan, asal jalan saja keluar dan sering menjumpai permasalahan yang terjadi.
Saya masih ingat betul perkataan bu risma, "Saya walikota dan saya akan bertanggung jawab tentang apapun yang terjadi dengan warga Surabaya dan kota Surabaya. jadi saat saya tau masalah, saya selalu berusaha untuk menyelesaikan masalahnya itu karena ini dipertanggungjawabkan kelak di akhirat". Tidak ada satu ayatpun yang keluar disini namun beliau paham betul tentang arti sebuah "Amanah".
Dari apa yang dilakukan bu risma, beliau meniru gaya-gaya yang dilakukan oleh Umar bin Khattab. Tersebut dalam mata najwa secara eksplisit. Memang tidak sekuat umar namun kedekatan umar dengan rakyatnya lah yang ditiru oleh bu risma.
Mudah-mudahan pemimpin-pemimpin yang ada di Indonesia bisa menjalankan amanah seperti bu Risma. Dengan tekanan-tekanan yang datang pun beliau masih kuat menghadapinya. Semoga ibu bisa bertahan hingga masa jabatan ibu selesai dan mudah-mudahan ibu bisa melanjutkan jabatan tersebut di periode yang kedua. Rakyat berada digaris terdepan untuk mendukung ibu dalam menjalankan amanah. Aksi-aksi yang akan terjadi dalam waktu dekat ini sebagai bukti bahwa rakyat surabaya peduli dengan yang terjadi pada ibu.
simak juga liputan lengkap saat Bu Risma di mata najwa sebagai sumber referensi artikel saya ini dan sekaligus sebagai pengingat saya bahwa di Indonesia masih ada pemimpin yang amanah dan berjuang untuk kepentingan rakyat.
http://www.youtube.com/watch?v=vlcwmJDm-24
0 komentar: