Senin, 03 Maret 2014

Kakek Mandiri dengan Satu Kaki

Hai sahabat ivession, tanpa disengaja saya bongkar-bongkar foto dalam hape saya yang bertipe E71 itu. HP jadul namun bermanfaat untuk memotret sebuah trend positif yang terjadi di lingkungan sekitar. Tanpa disengaja juga saya berhasil menemukan foto sesuai dengan gambar disamping. Entah kapan dan dimana foto ini berhasil saya potret namun saya masih ingat betul mengapa saya memotret orang bersepeda ini.

Coba cermatilah foto disamping ini, nampak biasa saja ? kalau masih nampak biasa saja, coba dicermati lebih teliti lagi nanti akan menemukan sesuatu yang membuatku/mu kaget. Kalau masih belum bisa mencermati dengan teliti juga, saya jelaskan bahwa bapak yang menaiki sepeda itu tidak mempunyai kaki sebelah kanan.

Bagaimana ? apakah sudah percaya kalau bapak itu tidak mempunyai kaki kanan ? kalau belum percaya lagi, coba lihatlah tongkat panjang yang letaknya berada di depan bapak tersebut yang sedang dipegang tangan kanannya. Sudah percaya kah ? yaa, itulah kondisi bapak tersebut. Tidak mempunyai kaki namun masih mau bersepeda untuk menjalankan aktivitasnya.

Sebelum melihat realita ini, saya pernah mencoba dengan menggunakan 1 kaki saya yang sebelah kiri untuk bersepeda. Ternyata hal ini tidak mudah, waktu itu saya masih SMA dan berniat untuk sedikit merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang hanya mempunyai 1 kaki. Saya coba terus, terus dan terus akhhirnya saya hanya bisa menjangkau 2 km dengan bersepeda santai 1 kaki.

Yuk, kita refleksikan diri kita sembari membandingkan dengan bapak tersebut yang hanya mempunyai 1 sepeda. Bagaimana fasilitas yang kita punya ? motor pun bisa jadi lebih dari 1, dengan mudah kita menggunakan mobil yang ber-AC. Coba tengok foto diatas, bagaimana jika kita yang mengayuh sepeda tersebut dengan terik panasnya matahari. Masih bertahankah kita untuk bersepeda dengan kondisi 1 kaki ? lantas, masih kah kita mempermasalahkan fasilitas yang kita dapat baik dari diri sendiri maupun orang tua ?

Kemandirian seorang bapak, semangat untuk hidup, sabar dalam menjalani hidup, semuanya tergambar pada foto tersebut. Tentu sahabat ivession jg mempunyai penilaian yang sama terhadap bapak itu bahkan bisa jadi sahabat ivession mempunyai penilaian yang jauh lebih baik dari pada saya.

Bukan saatnya meminta yang lebih karena di luar sana sedang butuh uluran bantuan kita dengan karya nyata dan aksi nyatamu. Teruslah berkarya dan tebar kemanfaatan untuk orang-orang yang ada di sekitarmu. Hal ini mengingatkan saya serta para sabat ivession.
Good luck!! Saya percaya, kamu bisa menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain. 
"Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain"

0 komentar: