Sabtu, 01 Maret 2014

Sebuah Inspirasi Nenek Penjual koran

HIDUP : Nenek Menghitung Hasil Jualannya
Surabaya, Dalam perjalanan hidup ini selalu menjumpai sosok-sosok yang menginspirasi yang ada di lingkungan sekitar kita. Sosok yang menginspirasi itu selalu ada di sekitar kita jika kita mau untuk mencoba mendekati mereka. Bahkan sosok inspiratif itu selalu datang pada orang-orang yang mempunyai kondisi ekonomi yang lemah.

Banyak diantara kita yang masih merendahkan orang-orang yang berada dibawah kita secara kondisi ekonomi. Sudah waktunya introspeksi diri, termasuk diri saya pribadi ketika memandang orang yang berada di bawah garis kemiskinan.

Rutinitas saya selalu melewati Perjalanan Klampis pada pagi hari sekitar pukul 09.00. Dalam perjalanan saya terdapat lampu merah dan disitu juga terdapat seorang nenek yang sedang menjual koran. Setiap hari saat saya lewat klampis selalu ada nenek yang jual koran tersebut.

2 Hari yang lalu saya sempatkan untuk sekedar ngobrol-ngobrol dengan seorang nenek yang sering berjualan koran di lampu merah tersebut.Alhamdulillah bisa ketemua sama nenek itu namun tidak lagi di lampu merah, nenek itu sedang duduk-duduk di depan ruko seperti yang nampak pada foto tersebut.

Sayangnya, saya melihat nenek berada di depan ruko itu setelah saya melewati lampu merah. Akhirnya saya memutar peri (nama motor) untuk silaturrahim ke nenek tersebut. Setelah memutar motor, saya pun mengajak ngobrol nenek dengan dalih membeli koran seharga Rp 5.000,- dan terjadilah percakapan seperti berikut :

Cak Muss : "waduuh, mbaah panas nggeeh. kulo tumbas korane mbah"
Nenek : "Limang ewu nak"
Cak Muss : (Wah, saya belum tanya harganya sudah dikasih tau harganya aja nih) "ooh, nggeh mbah. niki yetrone. amet nggeh"
Nenek : "yo yo nak"
Cak Muss : "Kok tasik sadean koran mbah, umure pinten mbah saniki ?"
Nenek : "Gawe ko&*@%&#"
Cak Muss : (Waduh, kok jawabnya gitu? sepertinya ada yang aneh nih) "ooh, nggeh nggeh. Kulo waos2 rumiyen nggeh mbah"
(saya pun mengambil foto tanpa sepengetahuan nenek krn takut tersinggung)

Karena waktu yang sudah mepet, akhirnya saya pun menyudahi perbincangan dengan nenek. Dari perbincangan yang sebentar itu, saya mendapatkan sebuah pelajaran banyak hal dan bisa dikatakan nenek ini adalah seorang sosok yang menginspirasi saya dalam menjalani hidup ini.

Di usianya yang senja, nenek masih bersedia, rela panas2an untuk jual koran.Sebuah pekerjaan yang menyita tenaga cukup banyak. Saya salut dengan nenek ini karena tidak memilih mengemis sebagai profesinya. Usia yang saya taksir, beliau berumur 70-an dengan pendengarannya yang kurang masih mau saja untuk berjualan koran demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Lantas bagaimana dengan kita ?

Nenek ini ibarat peperangan saya berasa ditembak tak berdaya karena perjuangan saya masih jauh seperti beliau. Mudah-mudahan kisah ini bisa memotivasi saya dan sahabat ivession untuk menjalani hidupnya. mudah-mudahan juga mempunyai semangat, kerja keras, tidak mudah putus asa dan tidak bergantung pada orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Terima kasih sudah berkenan membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan tetap tebarkan kebermanfaatan untuk orang-orang yang ada di sekitar. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.

0 komentar: