Rabu, 26 Februari 2014

Belajar Memahami Arti Hidup dari Juru Parkir

PARKIR : Juru Parkir yang Markir Motor
Hallo sahabat ivession, bagaimana kabarnya hari ini ? sehat-sehat aja kan ? Alhamdulillah, jangan lupa mengucap syukur atas nikmat yang telah diberikan dari Allah untuk kita ya. Beberapa dari kita setelah mendapatkan harta yang berupa materi, kita selalu lupa mengucap syukur. Benar atau tidak, saling introspeksi diri aja, termasuk diri saya pribadi. :)

Kali ini saya akan berbagi kata berbagi cerita yang saya dapatkan dari seorang juru parkir memaknai arti dari rasa bersyukur. Kenapa kok juru parkir ? ada apa dengan juru parkir ? apa yang bisa kita pelajari dari juru parkir itu ? mereka kan hanya berpanas-panasan, semprat-semprit dan angkat jagang motor baik itu motor bebek ataupun yang bukan.

Juru parkir adalah sebuah profesi yang bertugas untuk menjaga dan memarkir motor para pengunjung tempat umum. Foto diatas adalah salah satu tugas dari seorang juru parkir. Berat nggak sih tugas dari seorang juru parkir itu? Menurut saya berat dalam kondisi tertentu, tergantung dimana dia berada, jika menjadi juru parkir di pinggir jalan dengan terik matahari begitu beratnya yang ia rasakan. Kalau mereka menjadi juru parkir di mall, akan terasa lebih nyaman karena masih merasakan dinginnya AC/kipas angin dalam bilik parkir tersebut.

Saya pernah mencoba iseng-iseng untuk menjadi tukang parkir dadakan, yang niatnya hanya membantu juru parkir itu. Karena belum terbiasa memegang motor dan mengangkat motor sebagai juru parkir akhirnya saya pun kualahan menggantikan peran juru parkir tersebut pada malam hari. Memang terasa kualahan karena pada saat itu saya sedang duduk di bangku SMA. Namun karena kualahan itu pun saya mendapatkan hikmah yang baru saya ketahui setelah saya melakukannya.

Seorang juru parkir, tugasnya adalah menjaga dan mengamankan sepeda motor atau mobil. Kendaraan itu bukan miliknya tetapi menjadi tanggung jawab juru parkir tersebut ketika ada sesuatu hal yang terjadi pada kendaraan yang dijaga oleh juru parkir tersebut.Ini kaitannya erat sekali pada diri kita sebagai manusia. Semua yang ada kaitannya dengan diri kita hanyalah "titipan" semata. Bukan murni milik kita, benda, barang apapun itu menjadi milik kita saat kita ada di dunia. kelak, setelah kita tiada, apakah barang-barang kebanggan itu menjadi milik kita?

Pelajaran kedua yang saya dapatkan dari seorang juru parkir adalah bersyukur. Seorang juru parkir tidak akan pernah sombong ketika ada pengendara yang mau markir di lahan parkirnya. Seorang juru parkir tersebut lantas mengucap "Alhamdulillah" saat ada yang datang, malah kita sebagai pengendara ini disambut dengan baik. "mari pak, mari pak. kiri kiri kiri, teruus teruuss. STOP"

Pelajaran yang ketiga, Juru Parkir selalu rendah hati dan mengatakan kepada bahwa "itu (kendaraan)semua hanyalah titipan mas. Bukan milik saya, saya hanya menjaganya saja. Tetap disyukuri saja mas mendapatkan pekerjaan seperti ini. yang penting halal karena setiap pekerjaan itu akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat". We o we banget nih, kata-katanya dari juru parkir. Saya sampai terpuka dengan kata-kata yang dilontarkan oleh beliau.

Itulah yang bisa saya sampaikan pada kali ini tentang sebuah pengalaman dari seorang juru parkir untuk memahami arti hidup dan mengingatkan kita akan kelak di akhirat. Semoga tulisan ini bermanfaat dan tetap terus mencari hikmah dalam setiap kejadian. Selamat beraktivitas dan semoga sukses. :)

0 komentar:

Minggu, 23 Februari 2014

Risma, Walikota Terbaik Dunia menurut City Mayors

Walikota Surabaya, Tri Risma Harini
iconvensia, Surabaya - kabar membahagiakan datang dari Surabaya yang ada kaitannya dengan walikota Surabaya. Tri Risma Harini, walikota Surabaya yang masih menjabat hingga detik ini dinobatkan sebagai Walikota Terbaik Dunia pada bulan Februari oleh City Mayors.

City Mayors adalah lembaga yang berfokus pada pembangunan.kebijakan urban (kota) di dunia yang berbasis di London, Inggris. Lembaga ini berdiri tahun 2003, setiap tahun menganugerahkan World Mayor untuk walikota dari berbagai negara yang dianggap berprestasi.

Walikota yang berhasil membangun 11 taman di Surabaya yang dilengkapi Wi-Fi, perpustakaan, tempat olahraga dan fasilitas-fasilitas yang lain ini namanya telah menasional setelah masuk dalam program mata najwa di metro tv.

Risma, yang menurut saya meniru apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab ini mempunyai prestasi yang gemilang dalam mengurus kota Surabaya. Gelar Adipura Kencana pun berhasil disandang Kota Surabaya selama 3 Tahun berturut-turut saat Risma mulai menjabat pada tahun 2010-2013.

Gaya-gaya blusukan pun juga menjadi faktor penilaian City Mayors dalam menentukan wali kota terbaik dunia tersebut, Risma kerap keluar pagi-pagi dan malam hari untuk keliling di kota Surabaya. Ketika Risma menemukan seorang anak di tengah jalan, beliau selalu menghampiri dan berusaha untuk menjalin komunikasi yang baik dengan anak tersebut.

Saya mendapati sebuah cerita dari seorang penjual batagor di sekitar Jl. Pacar bahwa saat lalu lintas disana sedang macet, saat itu penjual batagor itu melihat Risma langsung membuka pintu mobil kemudian turun dan ikut mengatur lalu lintas.

"Menjadi walikota tak hanya mengatasi banjir atau hal lain semacam itu, Ini lebih pada membantu orang untuk berkembang dan sukses" Kata Risma pada kabar24

Saya pun menyepakati pernyataan yang disampaikan oleh Risma dan mempunyai pernyataan baru dengan korelasi Risma sebagai walikota Surabaya. Salah satu cara untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi di suatu daerah ialah terjun langsung ke daerah tersebut sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi saat itu. Artinya, kedekatan dengan rakyat jelata juga patut diperhitungkan dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi. Hal yang selaras dengan komunitas Inspiring Youth Educators bersama para pemuda-pemudanya. 

berikut ini release dari City Mayors :
http://www.citymayors.com/mayors/surabaya-mayor-tri-rismaharini.html

Terimakasih sobati ivession telah berkenan membaca artikel ini, semoga bermanfaat. :)

0 komentar:

Kamis, 20 Februari 2014

Aksi Damai #SaveRisma Bersama Warga Surabaya

DEMO : Para Pendemo di Depan Gedung DPRD Surabaya
Surabaya, 20 Februari 2014 bertempat di depan Gedung DPRD Kota Surabaya menjadi saksi sejarah para demonstran dalam gerakan #SaveRisma. Aksi damai ini dimulai sejak pukul 09.00 namun massa sudah mulai berkumpul sejak pukul 07.00.

Aksi demo ini adalah spontanitas namun sudah mendapatkan legalitasnya saat mengadakan demo. Mereka yang datang adalah mereka yang peduli dan bisa menyempatkan waktunya untuk ikut demo.

Demo yang dimulai pukul 09.00 di depan Gedung DPRD itu menuai hasil negatif. Para pendemo tidak bertemu dengan anggota DPRD yang dijumpai malah Anggota DPRD masih belum datang. Entah jam kerja anggota DPRD itu jam berapa, jam 07.00-10.30 tidak ada satu pun anggota DPRD yang berada di lokasi. Atas kesepakatan bersama dan atas komando dari Purnomo atau yang lebih akrab disapa Cak Poer ini mengadakan long march menuju balai kota.
LONG MARCH : Pendemo Menuju Balai Kota


"Siapapun yang berniat mengundurkan bu risma akan berurusan dengan warga Surabaya" kata Cak Poer sebelum berangkat menuju balai kota. Kata-kata tersebut terngiang-ngiang di telinga saya.

Sepanjang perjalanan menuju balai kota, untuk memupuk rasa nasionalisme akan tanah air menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dengan terik panas matahari Surabaya, pendemo tidak patah semangat dan semakin lantang dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sesampainya di Balai Kota, perwakilan dari para pendemo hari ini diberi kesempatan untuk masuk menemui Bu Risma di ruang kerjanya. Hanya berjumlah 5 orang saja yang diperbolehkan masuk. Namun sayangnya, perwakilan tersebut tidak dapat menemui bu risma karena bu risma sedang ada urusan di Jakarta. 

Kawan-kawanku, aksi hari ini menurut saya tidak membuahkan hasil yang negatif. Memang secara nilai, pendemo tidak bertemu dengan DPRD dan Bu Risma. Dengan adanya aksi ini setidaknya para pendemo menyadarkan warga yang lewat aksi nyata dan sudah tersebar di beberapa media untuk mewujudkan aksi #SaveRisma tersebut.

Ada kabar mengejutkan juga saat aksi mau ditutup, ada seorang wanita yang agak sepuh dan mengatakan untuk mendukung aksi #SaveRisma tersebut. Beliau adalah Ibu Hartini dari perwakilan Pengajian Wanita Surabaya dan berkata "jihad itu tidak ada pensiunnya dan aksi #SaveRisma adalah salah satu cara untuk berjihad"

Galeri Photo :
KOORD : CAK POER saat diwawancarai Wartawan
BALAI KOTA : Demo di Depan Balai Kota Surabaya
HARTINI : Orasi di depan pendemo

2 komentar:

Senin, 17 Februari 2014

Risma : Sosok Pemimpin yang Dicari-cari

Sepekan terakhir ini Indonesia diramaikan oleh seseorang yang bernama Tri Risma Harini dalam talkshow nya di Mata najwa. Setiap orang pasti akan larut dalam keharuan seorang Risma dalam memperjuangkan nasib warga miskin Surabaya. Ya, karena beliaulah walikota Surabaya. Perempuan namun tidak berparas cantik seperti aura kasih yang menjadi idaman para lelaki. Tidak lemah lembut selembut syahrini dalam setiap perkataannya juga tidak berbadan tinggi seperti luna maya.

Awalnya Bu Risma tidak mau menjadi walikota karena sudah tau tentang masalahan-masalah berat yang akan dihadapi namun dukungan serta support dari orang terdekat waktu itu yang menjadikan motivasi tersendiri untuk Risma. Hingga akhirnya terpilihlah Risma pada tanggal 8 Juni 2010 dengan perolehan suara 38,53%.

Semenjak dilantik pada tanggal 28 September 2010 lalu, Tri Risma harini atau yang lebih akrab dipanggil dengan Risma ini langsung menjalankan amanahnya sebagai walikota Surabaya yang baru. Sosok yang amanah telah kita rasakan sekarang setelah menjabat selama 3 tahun hingga detik ini. 51 Penghargaan menjadi bukti nyata dari bu Risma dalam menjalankan amanah sebagai walikota. 

Bu Risma bukanlah seorang Kyai namun tindak tanduknya mencerminkan agamis. Bu Risma juga bukan seorang Militer namun tegas dalam memberikan instruksi. Bu Risma juga bukan pula seorang pejabat modern namun pejabat yang dekat dengan rakyat.

Rasanya tak cukup 1 artikel ini untuk menceritakan siapakah bu Risma itu. Amanahnya bu risma terlihat saat beliau membiasakan keluar rumah pada pagi-pagi sekali untuk mengetahui kondisi terupdate di Surabaya. Keluarnya pun tanpa arah dan tanpa tujuan, asal jalan saja keluar dan sering menjumpai permasalahan yang terjadi.

Saya masih ingat betul perkataan bu risma, "Saya walikota dan saya akan bertanggung jawab tentang apapun yang terjadi dengan warga Surabaya dan kota Surabaya. jadi saat saya tau masalah, saya selalu berusaha untuk menyelesaikan masalahnya itu karena ini dipertanggungjawabkan kelak di akhirat". Tidak ada satu ayatpun yang keluar disini namun beliau paham betul tentang arti sebuah "Amanah".

Dari apa yang dilakukan bu risma, beliau meniru gaya-gaya yang dilakukan oleh Umar bin Khattab. Tersebut dalam mata najwa secara eksplisit. Memang tidak sekuat umar namun kedekatan umar dengan rakyatnya lah yang ditiru oleh bu risma. 

Mudah-mudahan pemimpin-pemimpin yang ada di Indonesia bisa menjalankan amanah seperti bu Risma. Dengan tekanan-tekanan yang datang pun beliau masih kuat menghadapinya. Semoga ibu bisa bertahan hingga masa jabatan ibu selesai dan mudah-mudahan ibu bisa melanjutkan jabatan tersebut di periode yang kedua. Rakyat berada digaris terdepan untuk mendukung ibu dalam menjalankan amanah. Aksi-aksi yang akan terjadi dalam waktu dekat ini sebagai bukti bahwa rakyat surabaya peduli dengan yang terjadi pada ibu.

simak juga liputan lengkap saat Bu Risma di mata najwa sebagai sumber referensi artikel saya ini dan sekaligus sebagai pengingat saya bahwa di Indonesia masih ada pemimpin yang amanah dan berjuang untuk kepentingan rakyat.
http://www.youtube.com/watch?v=vlcwmJDm-24

0 komentar:

Minggu, 16 Februari 2014

Kakek istimewa dengan 84 Tahun kesetiaannya

Minggu, 16 Februari 2014 adalah hari yang sangat berarti nih buatku karena pada saat itu bisa bertemu seorang kakek dengan kesetiaannya pada istrinya. Pertemuan ini pada saat saya usai melaksanakan sholat dhuhur di Masjid Ummul Mu'minin (Barata Jaya).Saya pun telah selesai sholat bertepatan juga dengan jamaah sholat dhuhur yang telah meninggalkan masjid satu per satu. Setengah jam kemudian, ada seorang kakek yang tiba-tiba datang di masjid tersebut.

Kakek tersebut mendekati saya dengan jalannya yang tertatih-tatih tersebut. Saya juga tidak tau klo ada seorang kakek yang berjalan mendekati saya, tau-tau kakek itu sudah ada di depan saya sambil menyulurkan tangannya untuk mengajak salaman. Terjadilah percakapan singkat antara saya dan kakek tersebut :

  • Kakek : "Assalamu'alaykum"
  • Saya : "wa'alaykumussalam" 
  • Kakek : "Sudah sholat mas ?"
  • Saya : "Alhamdulillah sampun mbah"
  • Kakek : "ooh, nggeh nggeh nggeh. mbah iki umure 84 tahun" (ooh, yayaya. kakek ini umurnya 84 tahun)
  • Saya : "oohh, tasik kiyat nggeh mbah damel mlampah-mlampah" (ooh, masih kuat ya kek buat jalan2)
  • (Kakek jalan tertatih-tatih dengan menaiki tangga masjid, saya pun membantunya dengan cara memegang tangannya yang terlihat keriput itu)

Kakek itu mulai mengambil Al Qur'an kemudian dibacalah Al Qur'an tersebut sedangkan saya sedang nyamannya makan batagor yang baru saja dibeli saat penggalangan dana untuk kelud di CFD Taman Bungkul pada waktu pagi harinya. Makan yang lahap karena sedang lapar, akhirnya saya buang bungkusan batagor tersebut untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya.

Saya langsung menuju peri, tumpangan saya dan menstater motor tersebut. lanjooouuuttttt. tiit tiit tiit, kakek itu pun memanggilku lagi dengan tepukan tangannya dan terjadilah dialog lagi yang intinya saya mengajak kakek tersebut untuk pulang bareng. Ternyata apa yang saya tanyakan sama dengan keinginan kakek tersebut yaitu minta diantarkan pulang ke rumahnya.

Namun, sebelum berangkat kakek ini minta tolong kepada saya untuk mencari istrinya yang katanya istrinya tadi keluar bersama kakek namun sampai masjid tidak bersama-sama. keluar dari masjid, belok kiri, lurus, belok kanan dan belok kanan lagi terlihatlah rumah berwarna kuning yang merupakan rumah kakek dan nenek. "bentar mas, tunggu dulu disini mas. sabar ya mas, saya toktok pintun dulu", kata kakek itu. "iya kek, saya tunggu disini". diketok pintunya berulang kali namun pintu itu tidak dibuka atau masih dalam kondisi terkunci.

Kakek itu pun mendatangiku lagi dan berkata "sabar yo mas, kita ini dipertemukan oleh Allah. klo gak dipertemukan oleh Allah, kita gak bisa ngobrol2 gini, mas nya gak tau rumah mbah. sabar yo mas, ayo lanjut nyari istri mbah mas", "kakek ini sudah 84 tahun mas" (ngomong lagi untuk yang kedua kalinya, sambil menaiki peri untuk melanjutkan misi pencarian istri kakek). Ayo mbah, kita cari istrinya mbah lagi. lurus, belok kanan, belok kanan dan kembali lagi ke masjid (atas arahan kakek tersebut). Wah, tidak ada di masjid mbah. "iyo mas, gak ada di masjid. ayo cari lagi di tempat lain"

Dengan arahan kakek itu lagi, keluar masjid belok kiri, lurus belok kanan, belok kanan dan bertemu rumah kuning. "bentar mas, sabar yaa, sabar. nggak boleh emosi, nnti klo emosi malah jadi penyakit", kakek itu menasehatiku. "Nggeh mbah, mboten nopo-nopo. Kulo entosi ten mriki nggeh". Diketuk pintu rumahnya dengan keras sekali, namun tidak ada yang membukanya dan kakek ini mengajakku untuk nyari istrinya lagi.

Dalam pencarian ketiga ini, masih di tempat yg sama. lurus, belok kanan (bertemu dengan mobil yang menurunkan seorang nenek). Saya pun kaget saat kakek melihat nenek yang baru saja turun dari mobil karena kakek langsung turun dari peri dengan tergopoh-gopoh. Sebelum turun, kakek memukul pundak saya sambil berkata berhenti mas, berhenti mas. Ketika kakek turun dan menyapa nama nenek tersebut yang ada malah nenek itu tidak noleh dan merasa terganggu oleh panggilan kakek. Mengapa merasa terganggu ? karena nenek itu bukan istrinya dan beberapa menit kemudian kakek itu telah sadar bahwa dia bukan istrinya.

Kakek naik peri lagi dan melanjutkan perjalanannya dengan tempat yang sama dan tujuan sama yaitu masjid Ummul Mu'minin untuk ketiga kalinya. Hasil nihil, tidak ketemu sama istrinya dan belum tau keberadaan istrinya tersebut. Inilah yang dinamakan kesetiaan seorang kakek 84 tahun kepada istrinya, kakek mau bersusah payah untuk mencari tau keberadaan istrinya karena kekhawatirannya tersebut.

Saya dan kakek ini tidak saling mengenal dan tidak tau latar belakang masing-masing. saya yang sok akrab dengan kakek tersebut dan kakek yang membutuhkan bantuan saya untuk mencari istrinya yang sampai sekarang pun saya berfikir apakah nenek itu serumah dengan kakek atau tidak.



"Kesetiaan itu terlihat dari apa yang akan dilakukan oleh orang tersebut bukan dari perkataan-perkataan yang belum tentu kebenarannya

0 komentar:

Minggu, 09 Februari 2014

Yuk, Berdonasi Buku :)

Buku Ilmu adalah sebuah program dari komunitas Inspiring Youth Educators (IYE) untuk mewujudkan gerakan sadar membaca. Untuk project buku ilmu, IYE mempunyai 2 program yaitu :
1.Taman Baca Inspirasi
Sebuah taman baca yang akan diletakkan di sekretariat IYE bertempat di Jl. Barata Jaya VIII no. 19 Surabaya.
2.Taman Baca Keliling
Untuk mewujudkan gerakan sadar membaca, IYE harus menjemput calon pembaca. Oleh karena itu Taman Baca Keliling akan ditempatkan di tempat-tempat umum yang ramai pengunjung seperti pada waktu Car Free Day Taman Bungkul.

Bagi yang ingin mendonasikan bukunya kepada IYE bisa menghubungi CP yang tertera di poster. :)

0 komentar:

Nostalgiaku dengan Dolanan Tradisional

Masih teringat jelas tentang dolanan tradisional yang selalu saya mainkan semenjak saya berusia dini sekitar umur 5 tahun. Bertempat di sidotopo wetan maupun pindah ke kenjeran, dolanan tradisional itu masih saja saya permainkan. Dolanan tradisional tak kalah serunya dengan Games modern yang ada di Mobile Phone maupun PC/laptop dan sejenisnya. Saat kita ngomongin dolanan tradisional di era modern sekarang ini, agak miris juga dengan sebuah realita bahwasannya dolanan tradisional mulai kalah dengan games modern.

Banyak sekali dolanan tradisional yang masih benar-benar saya ingat karena dolanan tersebut serunya bukan main. Salah satu dolanan menarik yang pernah saya mainkan adalah patel lele. Dalam permainan ini mengajarkan kita tentang taktik, skill memukul tongkat dan mengajak kita untuk berfikir bagaimana caranya supaya lawan tidak bisa menangkap tongkat kecil yang kita lempar/pukul.  Beberapa games yang pernah saya mainkan antara lain : benteng-bentengan, tekong-tekongan, buaya-buayaan, dolip-dolipan, boy-boy an, kotak pos, engkle salib, engkle gunung, engkle saruk dan lain-lain yang tak bisa disebutkan satu persatu.

Ingin rasanya bernostalgia untuk mengulang masa-masa dimana saya bisa bermain dolanan tradisional. Keinginan saya tersebut terkabul bersama rekan-rekan saya dari komunitas Inspiring Youth Educators atau IYE (komunitas sosial pendidikan yang ada di surabaya dan malang). Salah satu project dari IYE adalah Kampung Edukasi yang merupakan project rutinan yang dilaksanakan setiap hari sabtu sore. Tepatnya tanggal 8 februari 2014, IYE dengan Kampung Edukasinya mencoba untuk memperkenalkan dolanan tradisional.

Dolanan tradisional yang kita perkenalkan saat itu ada buanyak sekali dolanannya, namun seperti biasa karena kondisinya adalah adik-adik Kampung Edukasi adalah bukan tipe penurut, suka berontak dan lain-lain akhirnya kita yang mencoba untuk mengikuti maunya mereka. Untuk melempar dolanan tradisional, dolanan pertama yang dipermainkan adalah Benteng-bentengan. Tertariklah mereka untuk mengikuti dolanan tersebut, adik-adik Kampung Edukasi tinggal di sebuah perkampungan yang masih erat dengan sebuah kondisi yang dinamakan “tradisional”. Jadi, layaknya orang-orang yang tinggal di perkampungan tradisional bisa memahami dan mengerti dolanan tradisional macam benteng-bentengan.

Semakin banyak sekali yang berkumpul, akhirnya kakak-kakak IYE menambah wahana dolanan tradisional itu sendiri. Dolanan yang dipermainkan selanjutnya adalah bekel, kempyeng, engkle salib, engkle gunung, engkle saruk, patel lele dan tekong-tekongan. Dari dolanan tersebut, mayoritas adik-adik Kampung Edukasi tidak mengetahui cara bermainnya. Dolanan tradisional itu memang sudah sedikit dilupakan dengan adanya games modern yang ada di Mobile Phone maupun PC/laptop.

Penambahan dolanan tradisional itu dilakukan karena yang datang sudah berjumlah 22 anak ditambah dengan kakak-kakak IYE yang berjumlah 15 orang. Pelaksanaan dolanan tradisional itu tidak dilakukan secara bersama-sama. Menariknya adalah adik-adik Kampung Edukasi dan Kakak-kakak IYE pun merasakan kesenangan dan kebahagiaan saat mengikuti dolanannya tersebut. Hal ini yang membuktikan bahwa dolanan tradisional tidak kalah menarik dibanding games modern.

Dolanan tradisional itu mengasah kita untuk bermain sportif, berolahraga untuk kesehatan badan, menambah kemampuan bersosialisasi, melatih kejujuran orang dan masih banyak manfaat yang didapat saat kita bermain dolanan tradisional. Ingin rasanya untuk mengadakan kegiatan bernamakan Festival Dolanan Indonesia supaya dolanan tersebut tidak hilang ditelan zaman. Dalam list dolanan tradisional saya sudah ada sebanyak 33 permainan dan bisa dilaksanakan dalam sebuah event di satu hari. Bakal keren tuh, mohon doanya dari para ivession ya supaya Festival Dolanan Indonesia bisa terlaksana di masa mendatang.

0 komentar: